Sabtu, 16 Maret 2013

Ada Hantu di Kolong Tempat Tidurku



Follow @rezkibagues_299 | Cerita ini sebenarnya bermula sejak aku kecil. Masih samar-samar di ingatanku, aku sering menggedor kamar mama malam-malam dalam keadaan ngompol. Mama segera mengganti baju tidurku, membawaku kembali ke kamar dan menemani hingga aku terlelap lagi.

Hampir begitu kejadiannya setiap malam, sampai akhirnya mama kesal dan memarahiku. Aku lantas tak berani lagi membangunkannya malam-malam. Aku akan memilih bersembunyi di dalam lemari hingga tertidur di sana sampai esok harinya.

Aku tak ingat kapan hal itu berhenti. Aku mulai memikirkan hal lain dan asyik bermain atau melakukan banyak hal seiring beranjak dewasanya aku. Namun, kejadian yang pernah kualami di masa kecil itu tiba-tiba kembali lagi. Tepat pada hari ulang tahunku yang ke-17.

***

Selesai makan malam di rumah eyang, kami kembali ke rumah. Dalam keadaan ngantuk berat, aku enggan mengganti dress yang kukenakan di pesta tadi. Kubiarkan tubuhku limbung dalam keadaan telungkup di kasur, dan akupun mulai terlelap.

Aku tak tahu jam berapakah saat itu, Tiba-tiba kurasakan hawa dingin menyelimuti kamar. Mataku terbelalak. Setengah sadar dan masih mengantuk, aku merasa ada yang memegang tanganku. Dingin. Sangat dingin. Aku terhenyak. Dan kutarik tangan itu.

Sepi. Tak ada sedikitpun suara yang kudengar malam itu. Bahkan jangan berharap ada suara jangkerik di kota kecil ini. Semua lahan telah berubah menjadi gedung di mana tak ada lagi ruang untuk serangga berkembang biak lagi.

Aku terdiam. Berpikir, hendak apa aku. Apakah aku harus turun dan melihat ada apa di bawah kolong tidurku.

Jantungku berdegup begitu kencang, saat aku perlahan mendengar desah nafasan yang berat. Aku merinding. Begidik dan beringsut ke tembok. Aku tahu, ada seseorang di sana. Entah siapa. Aku berteriak sekuat tenaga memanggil orang tuaku. Tapi tenggorokanku tercekik. Tak sedikitpun suara keluar dari tenggorokanku.

Lalu, aku melihatnya. Keluar merangkak dari bawah kolong tempat tidurku. Sosok aneh dengan tubuh pucat pasi. Tubuhnya sebagian tak sempurna, dan seperti bekas dicambuk dengan pakaian compang camping. Entah dari mana asalnya, dan entah berapa lama ia tak membersihkan dirinya.

Sekali lagi aku berusaha berteriak. Dan sampai aku tersadar, hari itu sudah siang. Aku tertidur di dalam lemari pakaianku, seperti saat masih kecil dulu.

"Tin, kenapa kau malah tidur di sini?" tanya mama.

"Maaaa... aku... aku melihat hantu!" pekikku sambil menunjuk kolong tempat tidurku.

"Ngaco ah kamu. Mana ada hantu di jaman seperti ini? Kamu ini seperti waktu kecil dulu deh. Begini juga, mama sering menemukan kamu tidur di dalam lemari. Mama nggak ngerti deh, kok bisa kamu tidur di dalam lemari. Apa enaknya?"

Mamaku tak jua mau mengerti aku. Aku bingung harus bercerita pada siapa. Aku bergegas ke sekolah dan ingin pergi meninggalkan kamar.

***

"Nama kamu, Tina kan?" sapa seorang wanita paruh baya yang tak pernah kulihat sebelumnya. "Iya bu, ibu siapa ya kok bisa tahu nama saya?"

"Tidak penting siapa aku. Aku hanya datang untuk mengingatkanmu. Kau cepatlah pergi dari rumah sial itu, atau nyawamu yang jadi taruhannya."

"Maksud ibu, apa?" tanyaku.

Ibu itu hanya berlalu, berjalan cepat ke arah sebuah gang di dekat sekolahku. Saat kukejar, ia sudah hilang entah ke mana.

***

"Ma, tadi ada kejadian aneh deh. Masa ada ibu-ibu yang nyuruh aku pergi dari rumah sih," kataku sambil membanting tas di meja makan. Aku mengintip ada menu apa siang ini yang disajikan untukku.

Mamaku terdiam. Menghentikan seluruh kegiatannya tanpa menanggapi apapun perkataanku.

Tiba-tiba ia berbalik badan dan mengajakku ke rumah eyang.

***

"Kenapa tiba-tiba mama mengajakku ke rumah eyang sih, ma?" tanyaku di dalam mobil.

"Nanti kamu juga tahu..." kata mama.

Aku terdiam di dalam mobil. Merasa curiga, seperti ada hal yang tak beres saja.

Sesampainya di rumah eyang, aku turun dan memeluk eyang seperti biasa. Mama lalu bermain mata pada eyang. Dan mendadak beliau juga sama tegangnya seperti Mama.

"Sudah saatnya kau bercerita tentang hal itu Astuti," kata eyang kepada mama.

Aku bingung tak mengerti, ada apa sih sebenarnya?

"Setahun sebelum kau lahir, papa dan mama menikah. Kami lantas membeli rumah itu. Sudah ada yang pernah memberi tahu bahwa rumah itu berhantu. Tapi kami tak percaya. Sebulan, dua bulan kami tinggal di sana seperti tak ada yang aneh. Kami santai-santai saja, sampai akhirnya kau lahir, mulai ada kejadian aneh di rumah itu. Rupanya dulu ada keluarga yang tinggal di sana, di mana kedua orangtuanya sebenarnya tak menginginkannya. Entah bagaimana ceritanya, anaknya dibantai dan dikubur tepat di bawah tempat tidurmu. Anak itu jatuh cinta kepada papa dan mama yang selalu bersikap sepantasnya orang tua. Ia cemburu padamu. Suatu hari, mama pernah bertemu dengannya, mama berkata, sudah saatnya ia pergi dan tak lagi penasaran lagi di dunia. Entah bagaimana, ia menurut saja. Ia tak pernah muncul lagi dan menghilang. Awalnya mama sudah curiga saat kau sering mengganggu tidur mama sewaktu kecil dulu. Tapi mama pikir karena saat itu kau mencari perhatian saja. Maaf ya, mama telah mengacuhkan kamu..."

Cerita mama membuatku kaget. Jadi selama ini mama sudah tahu ada hantu yang menggangguku. "Ma, aku nggak mau balik lagi ke rumah itu! Kita harus pergi, ma. Ibu itu sudah mengingatkan aku kalau aku kembali ke rumah itu, aku akan mati!" kataku ketakutan dan larut dalam tangis.

"Tidak, kau harus tetap kembali ke rumah itu. Kau harus bisa menjelaskan padanya bahwa ia seharusnya sudah tenang di alam sana. Mungkin hanya kau yang bisa membuatnya yakin dan arwahnya tenang," kata nenek.

Setelah aku tenang, mama mengajakku kembali pulang ke rumah. Aku masih merasa takut. Aku merasa tidak tenang.

***

Malam itu, aku mempersiapkan diriku baik-baik. Kalau nanti malam aku terbangun dan melihatnya lagi, aku harus beranikan diriku untuk berkata apa yang dikatakan eyang padaku.

Aku tertidur. Dan terbangun dalam kondisi telungkup dengan tangan menjulur ke arah kolong. Kurasakan degup jantungku sangat kencang. Dia di sana. Sedang memegang tanganku.

Akupun berusaha menarik tanganku, tapi begitu berat dan aku tak mampu. Justru dalam hitungan detik, aku ditariknya ke dalam kolong. Gelap. Pengap. Aku melihatnya lagi. Tepat di depan mataku. Ia sosok yang sangat menyeramkan, tanpa senyum sedikitpun di wajahnya. Aku berusaha menjelaskan maksudku kepadanya, namun ia marah dan menarikku semakin dalam dan dalam... Aku tak sadarkan diri.

***

Aku membuka mataku, sepertinya sudah pagi. Tetapi pandangan mataku buram, seperti tertutup kisi-kisi pintu lemari. Ahh... aku tertidur lagi di dalam lemari kamarku. Tetapi, suara apakah itu?

"Tin, bangun sudah siang. Masa kamu nggak sekolah sih?" suara mama membangunkan seseorang di ranjang kamarku. Aku mengintip dari sela-sela lemari.

"Iya, ma. Sebentar lagi dong. Tina masih pengen dipeluk mama nih..." kata suara itu.

Oh Tuhan, apa yang terjadi? Mengapa aku melihat diriku sendiri di kamarku? Mengapa aku melihat mama di kamarku sedang bersama diriku yang lain? Lalu, siapakah aku? Aku ini apa? Tidakkkkkk.....

Hantu Penghuni Benteng Van Der Wijck



Saya duduk di bangku kelas 8 SMP sekarang. Sebut saja saya di A dan saya mempunyai 4 teman dekat saya sebut saja si B, C, D dan E. Dua bulan yang lalu kami mengadakan kunjungan ke Yogyakarta. Setelah berbagai aktivitas akhirnya malam ke-1 pun tiba.

Pengalaman di malam ke-1 ini ketika kami tiba di suatu hotel untuk beristirahat agarr bisa kembali melanjutkan perjalanan esok hari. Tetapi semua itu diluar rencana bagi saya dan si B, kami adalah sahabat yang dekat sekali sampai kemanapun selalu bersama. Nah kebetulan kami berdua mempunyai banyak pengalaman tentang hal mistik, jadi kami menganggap hal itu wajar.

Malam itu di Hotel angker kami semua menginap. Kebetulan saya nyasar di hotel itu. Ketika itu waktu menunjukkan pukul 23.00 dan saya sedang sendirian mencari kamar. Saat saya melewati ruang makan yang gelap, ketika itu saya melihat hal yang tidak wajar, salah satunya adalah ada perempuan yang sedang menangis di pojokkan.

Lalu karena saya kira itu anak sekolah kami maka saya dekati anak itu dan saya bertanya-tanya. Tetapi dia langsung menengok ke saya dan tidak berkata apa2. Ketika saya menengok ke belakang, dia langsung berada dipandangan saya. Nah saya tengok lagi kedepan dan dia sudah tidak ada. Hal itu langsung saya abaikan...

Saya melanjutkan mencari kamar dan saya menemukan kamar. Ketika itu suasana langsung sepi ketika pukul 23.30 dan banyak kejadian yang saya bersama si B alami..

Lanjut saja, inilah kejadian di benteng...

Nah setelah banyak pengalaman kami lalui. Kami tiba di Benteng Van Der Wijck. Kami tiba disana pukul 16.00 dan sempat melihat-lihat benteng sampai pukul 17.30. Nah waktu itu banyak sekali kejadian yang tidak wajar yang kami berlima lalui.

Dilain waktu.. Rahasia yang tidak diketahui rombongan sekolah kami adalah yaitu adanya ruang bawah tanah di tengah benteng tempat penggantungan hukuman mati. Kebetulan disini ada komplek militer, tempat ini sepi tidak ada petugas bahkan yang diketahui hanya ada rombongan sekolah kami saja.

Nah ketika malam hari suasana lebih sepi lagi. Ketika pulang sholat maghrib dan Isya saya dan teman-teman langsung menyerbu benteng, yah bisa dibilang "sok sok-an berani" dan menantang masalah datang.

Waktu semakin larut menunjukkan pukul 20.30. Ketika itu saya berlima banyak mengalami kejadian aneh-anehlah. Lalu teman saya meminta agar diantar ke toilet dan kami berlima pun ke toilet. Saya dan si B ditinggal kabur si C, D, E karena sesuatu.

Selesai BAK teman saya langsung bersikap aneh dan si B pun berteriak "Awas di belakang lu". Lalu diapun cerita, setelah keluar toilet katanya "Tadi ada wanita tua memakai baju putih dengan muka penuh darah". Lalu saya menengok kebelakang dan waaa... saya pun langsung kabur karena melihat muka tembus pandang di belakang kami dan di pohon.

Nah selanjutnya kami berdua melihat anak-anak yang wajahnya berlumuran darah. Dan malam itu kami sebut malam kacau karena tidak berjalan sesuai rencana dan banyak kejadian yang kami alami...

Jumat, 15 Maret 2013

KUNJUNGAN M ERAGA SUKMA YANG PERTAMA KALI KE-NYAI RORO KIDUL RATU LAUT S ELATAN (






Setelah lilin itu dinyalakan, kemudian lampu kamar dimatikan, aku diharuskan memandangi nyala apinya selama beberapa menit sambil berkonsentrasi, kemudian memejamkan mataku.
            Aneh, nyala api lilin seakan masih ada didepan mataku, padahal aku sudah memejamkan mata, terdengan guru pembimbing spiritualku berkata : " sebutkan warna-warna nyala api lilin yang kau lihat ", memang kemudian muncul nyala lilin warna merah, biru, kuning, hijau, bergantian, ada yang dua-tiga kali muncul, malah warna hitam juga muncul, setiap kusebutkan dicatat dengan teliti oleh guru pembimbingku.
            Setelah nyala api lilin kemudian tidak muncul lagi maka lampu kamar dinyalakan dan diperlihatkan kepadaku catatan deretan warna-warna yang muncul saat aku memejamkan mata.

            Setelah mempelajari catatan itu beberapa saat dan membandingkannya dengan beberapa catatan sebelumnya, kemudian dia menganggukan kepalanya, " Bagus ", katanya, " Mulai malam ini sudah bisa dilakukan upacara meraga sukma ". Aku sangat gembira karena tak sia-sialah usahaku mempersiapkan segala sesuatunya agar aku bisa meraga sukma, keluar dari tubuhku dan pergi kealam gaib yang sejak lama sangat kudambakan.
            Tujuh simpul gaib ditubuhku dibuka olehnya, agar roh-ku bisa melepaskan diri dari raga-ku dan pergi berpetualang kealam gaib. Setelah beberapa kali mengadakan peneropongan secara gaib maka aku disuruh meditasi, menjalani ritual khusus, yaitu cara atau kunci agar bisa melepaskan diri dari kurungan raga, setelah sebelumnya berdoa minta perlindungan kepada Tuhan......... Allah SWT.

            Saudaraku yang dari Solo telah sejak lama bisa meraga sukma dan menceritakan banyak pengalamannya yang fantastis (menurutku), dan membuatku sangat takjub dan tertarik untuk mempelajari ilmu ini, apalagi setelah dijelaskan bahwa kalau telah menguasainya dengan sempurna, maka batas ruang dan waktu menjadi tidak ada. Maksudnya adalah, bisa melihat kejadian-kejadian apa saja dan dimana saja, kapan saja, dari kamar tempat kita meditasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, selain tentunya bertemu dengan mahluk-mahluk alam gaib yang kasat mata.

            Setelah menjalani ritual yang disuruh oleh guru pembimbingku, kemudian aku disuruh melompat keluar melalui ubun-ubun kepalaku, tentu saja aku bingung, bagaimana caranya, akan tetapi kucoba untuk melakukannya, yaitu roh-ku melompat keluar dari raga-ku
            Sekali, dua kali gagal, yang ketiga kalinya sepertinya berhasil. Tiba-tiba aku sangat terkejut dan hampir berteriak kaget karena melihat diriku sedang duduk dengan serius dihadapanku melakukan meditasi. Lho koq bagaimana ini, aku bisa melihat diriku sendiri berada dihadapanku. Lalu aku sendiri yang sedang melihat diriku ini apa ?. Terdengar suara guru pembimbingku mengingatkan agar aku janganlah takut atau terkejut dengan kejadian ini.

            Ternyata saat ini aku sedang berada dalam alam yang bersinar kebiruan, dan anehnya aku bisa melihat ketempat yang gelap sekalipun dengan jelas.
            Aku menegok kesebelah diriku dan terlihat guru pembimbingku juga sedang duduk meditasi, disampingnya terlihat perwujudannya berpakaian putih-putih dan tubuhnya bercahaya, guru pembimbingku koq ada dua ?, fikirku.
            Wujud yang bersinar dari guru pembimbingku memberi isyarat agar aku mengikutinya, aku mencoba berjalan tapi sangat sulit dan kaku, beberapa kali hampir terjatuh. Tubuh bersinar guru pembimbingku dengan tidak sabar memberi lagi isyarat agar aku mengikutinya, aku mencoba berjalan sebisaku mengikutinya berjalan keluar rumah.

            Setibanya diluar rumah kulihat tiba-tiba guru pembimbingku tidak jalan dilantai, akan tetapi telah terbang naik beberapa meter dari tanah dan menunjuk kearah Selatan. Terdengar bisikannya jelas ditelingaku : " Coba-lah, kau bisa terbang sepertiku, kita terbang menuju ke arah Selatan ". Kucoba menjejakkan kakiku kelantai, keanehan terjadi tubuhku melayang naik beberapa meter tapi agak menggeliat miring, hampir jatuh.
            Akhirnya aku berhasil menguasai tubuh halusku dan terbang mengikuti guru pembimbingku kearah selatan, terus menembus awan, melewati hutan, gunung dan akhirnya tiba ditepi pantai.

            Gelombang laut terlihat menerjang kearah pantai dengan dahsyatnya dan membasahi kakiku, terlihat pembimbingku berjalan kearah laut, dan aku terus mengikutinya dari belakang.
             Tubuhku mulai tenggelam kedalam laut, ketika air telah mencapai pinggangku terdengar pembimbingku berbisik : " Mohon agar bisa berjalan diatas air ", dan terlihat pembimbingku telah melesat dengan cepatnya diatas air terus menuju ke Selatan. Setelah memohon, pelan-pelan tubuhku terangkat dan bisa berjalan diatas air laut, pakaianku langsung kering seakan akan tidak pernah terendam air laut sebelumnya, kejadian ini sangat mengagumkanku sehingga membuatku menjadi bersemangat dan berlari  cepat menyusul pembimbingku yang sudah jauh didepan.

            Terlihat ada bentuk gapura didalam laut dan pembimbingku sedang meminta ijin kepada pengawal untuk masuk kedalam istana, mendadak laut terbuka membentuk lubang, ruang yang sangat besar dengan gapura yang indah, lengkap dengan anak tangganya, kami masuk kedalam dengan takjub. Sayup-sayup terdengar suara gamelan dengan nada-nada yang belum pernah kudengar sebelumnya.
            Istana bersinar kehijauan dan terlihat banyak yang lalu lalang akan tetapi tidak sedikitpun diantara mereka yang menoleh kearah kami. Mendekati pintu depan istana pengawal mencegat kami dengan memalangkan tombak yang bersinar keemasan, dan sekali lagi pembimbingku menyampaikan salam niatnya.

            Terdengar suara merdu dari dalam dan para pengawal menyingkir memberi kami jalan masuk kedalam istana. Situasi Istana sulit untuk digambarkan, sangat indahnya, tiang-tiangnya berukir indah dan berkilauan berlapis emas dan lantainya juga berkilauan, dimana mana bertebaran hiasan-hiasan yang menakjubkan yang menambah indahnya istana ini.
            Terdengar lagi suara merdu menyambut kami, dan dengan takjub aku melihat sesosok tubuh molek dengan busana serba hijau dan gemerlapan yang dihiasi intan permata, parasnya cantik bersinar dan berseri, memakai mahkota emas yang berkilauan, menyambut kedatangan kami, mahluk cantik jelita yang duduk disinggasananya ini sulit untuk digambarkan kecantikannya. Kemudian memberi isyarat dengan melambaikan tangannya agar kami mendekat.
            Aku mendekat dan mengikuti pembimbingku yang menyembah dengan takzim sebagai tanda hormat, inikah Nyi Roro Kidul yang terkenal itu, Penguasa Laut Selatan, Ratu dari alam gaib, kesinikah aku dibawa oleh pembimbingku untuk menjumpainya dan memperkenalkan diriku. Terlihat Ratu Kidul turun dari singgasananya dan menyuruh kami berdiri, aku menundukkan muka tidak berani melihat wajahnya yang halus, cantik jelita dan bersinar, juga kearah busana atasnya yang agak tembus pandang dan memperlihatkan tubuh bagian atas yang aduhai.

            Ratu memanggilku untuk mendekat, kemudian menyentuh kepalaku dan memberikan sebuah keris kecil, yang dengan agak kebingungan kemudian kuterima. Kuanggukkan kepala dan kuucapkan terima kasih atas pemberiannya.  Ratu mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum kearahku atas sikapku yang agak gugup tapi tetap santun. Setelah selesai bertemu dengan Ratu Kidul, kemudian pembimbingku menggamit tanganku untuk mengajak pulang.
             Kami amit mundur, pamit dan meninggalkan istana dasar lautnya Ratu Kidul. Keris pemberian Ratu Kidul kugenggam erat-erat ditangan kananku.
            Lain dengan masuknya, kami keluar dengan mudah tanpa halangan apapun dari para pengawal dan kemudian � tancap gas ' terbang kembali ketempat kami meditasi. Sambil terbang aku terus-menerus melirik ke keris pemberian Ratu Kidul, dan tak henti mengaguminya.
 
            Perjalanan pulang terasa sangat cepat dan tiba-tiba sudah berada dihadapan raga kami yang masih terlihat asyik bermeditasi.
            Kulihat tubuh halusku memakai pakaian berwarna keperakan dan didadaku terlihat gambar Rajawali dan Naga sedang bercengkrama. Terus terang aku kaget dan kagum melihat penampilanku sendiri yang baru kuperhatikan, tidak dari awal saat keberangkatan ke Istana Ratu Laut Selatan.  Tak terasa genggaman tanganku ke keris yang diberikan Ratu Kidul mengendur dan mendadak sontak tiba-tiba keris terbang berputar-putar serta menukik tajam masuk kedalam lengan kiriku dan menetap disana. Aku benar-benar terkejut atas kejadian ini dan terus meneliti keadaan tangan kiriku yang telah terisi keris. Takjub.
            Begitu mendekati raganya ternyata tubuh halusku langsung tersedot masuk bagaikan asap yang dengan sangat cepatnya kembali menyatu dengan ragaku, alam biru perlahan memudar dan kesadaran timbul dalam diriku � Aku sudah kembali �.
 
            Aku membuka mataku perlahan dan sinar lampu dari kamar sebelah memasuki bola mataku dan menimbulkan kesadaran bahwa � telah kembali ke alam nyata �. Kulihat guru pembimbingku-pun telah membuka matanya dan tersenyum kepadaku, kemudian berkata : " Sang Ratu telah berkenan memberimu keris ". Aku mengangguk-angguk dan keingintahuanku langsung menyeruak apakah guru pembimbingku melihat pakaian halusku, dan aku bertanya : " Apa bapak bisa melihat saya juga, seperti saya melihat bapak ? Kalau boleh tahu seperti apa tubuh halus saya ini dan bagaimana dengan pakaianku ? ".
            " Tentu saja aku melihat juga dan pakaian keperakan yang kau kenakan sangat indah apalagi dengan gambar burung dan ular naga besar didadamu ", jawabnya lengkap dan memuaskan hatiku. Akh, ternyata apa yang kulihat sama dengan yang dilihatnya, berarti ini bukan mimpi atau khayalan saja tetapi benar-benar terjadi. Dan tubuhku bergetar keras karena sensasi hebat yang tiba-tiba muncul kedalam hatiku. " Luar biasa, sungguh luar biasa, .... ", hanya itu yang bisa kuucapkan lirih.

            Tapi aku masih mengejar lagi dengan pertanyaan : " Sepertinya rumah ini ada mahluk halusnya terutama di pohon Nangka itu kelihatan galak ",  dengan tersenyum pembimbingku berkata lagi : " Oh.... maksudnya mahluk berekor yang giginya runcing itu, dan dibelakang rumah mahluk perempuan dengan punggung bolong dan rambut riap-riapan, kalau tidak mengganggu biarkan saja, mereka kan dialamnya, kita dialam kita ". Memberi penjelasan lagi yang lebih meyakinkan kepadaku bahwa alam gaib itu memang ada, dan bisa kita lihat bila kita memang mempunyai kekuatan atau ilmu untuk menembus kealam gaib.
            Karena apa-apa yang kulihat ternyata dilihatnya juga sama tak berbeda, dan kita bisa saling melihat tubuh halus kita seperti didunia nyata saja. Bedanya, apapun yang kita mohon dialam gaib dapat langsung terkabul, dan bisa kita dapatkan seketika itu juga, misalnya kita minta emas balokan, langsung ditangan kita muncul emas balokan 24 karat dengan berat misalnya satu kilo, akan tetapi bila kita kembali keraga kita dan membuka mata ternyata dialam nyata......., tidak ada ditangan kita emas balokan tersebut. Hanya ada di alam gaib.
            Mungkin ada caranya untuk mewujudkannya kealam nyata tapi masih belum kuketahui bagaimana dan harus melakukan apa persyaratannya.....

            Wajah cantik sang Ratu dengan Istana megahnya, keris pemberiannya serta pengalaman gaib perjalanan Meraga Sukma itu masih terus terbayang-bayang hingga beberapa hari kemudian, sampai kemudian pengalaman-pengalaman gaib lainnya yang lebih mencekam kudapatkan dan terus berlanjut hingga kini.
            Demikianlah pengalamanku pertama kali bisa Meraga Sukma dan masuk ke-alam gaib yang menakjubkan, ternyata perjalanan dialam gaib yang rasanya lama itu, hanya memakan waktu 20 menit saja.

            Akan tetapi dialam sana banyak mahluk-mahluk gaib yang jahat sehingga sangatlah berbahaya memasuki alam gaib tanpa bimbingan dan perlindungan yang kuat, bisa-bisa kita terperangkap dan tidak bisa keluar lagi sehingga dianggap telah mati (suri) oleh orang-orang, dan bila beberapa minggu atau bulan baru kita bisa kembali keraga kita mungkin raga kita sudah dimakamkan oleh keluarga kita (karena dianggap sudah mati, padahal belum).
            Bayangkan begitu kita sadar kita berada dua meter didalam tanah terkurung di kegelapan, sudah dibungkus kain kafan, dan tidak mungkin menggali keatas, kita berusaha berteriak minta tolong, siapa yang mungkin mendengar dan bisa menolong.

TIPU DAYA SETAN


     Kejadian aneh ini (23-08-01) berawal ketika saya bersama suami memeriksakan anak sulung kami ke sebuah Rumah Sakit di Bekasi.
     Pagi itu tidak ada hal yang aneh ketika kami meninggalkan RS. Dalam perjalanan pulang, mobil yang dikemudikan oleh suami terasa normal-normal saja namun 10 menit lepas dari RS, tiba-tiba melalui pandangan mata batin saya, saya didatangi oleh �Anna' anak kedua saya yang telah meninggal dunia 3,5 tahun yang lalu. Anna terlihat cantik, lucu dan menggemaskan. 
     Haru-biru saya dibuatnya. Seluruh kerinduan, rasa bersalah dan emosi saya bercampur-aduk saat itu. Tak terasa air mata membasahi pipiku. saya menangis sesenggukan. Terlebih-lebih �anak' saya tersebut memberondong dengan pertanyaan dan pernyataan yang membuat saya merasa bersalah.
Kenapa papa dan mama lupa sama Anna, kenapa tidak pernah mengirim doa kepadanya? Serta rajukan dan rengekan khas anak kecil lainnya.  Diciumnya pipi saya berkali-kali. Kemudian perhatiannya beralih ke papanya, digoncang-goncangkannya bahu papanya yang sedang mengemudi. Namun karena suami saya belum terbuka mata-bathinnya maka ia kembali ke saya dan bertanya: Ma.. papa tidak bisa mendengar ya ma? Papa juga tidak bisa melihat Anna ya ma? Saya mengangguk perlahan. Saya jelaskan hal ini kepada suami, yang lalu membuatnya merasa bersalah pula karena telah "melupakannya".  Namun dalam benak pikirannya ada banyak pertanyaan yang perlu segera mendapat penjelasan tentang kehadiran "roh" ini. Anna adalah anak kedua kami,  ia meninggal dunia pada usia 8 bulan di kandungan. Menurut pengetahuan yang kami dapatkan selama ini, bahwa anak yang meninggal dalam kandungan roh-nya akan langsung menghadap ke Sang Pencipta. Tapi kenapa roh anak kami ini masih gentayangan di dunia fana ini? Apakah karena kami tidak melakukan aqiqah? ataupun selamatan hingga ia begini? Di mobil dalam perjalanan pulang itu saya dan suami terus memikirkan kemungkinan penyebab dari semua ini. 
     Sesampai dirumah anak tersebut maunya nempel terus sama papanya. Suami saya yang kebetulan hari itu sedang tidak sehat, selalu berbaring ditempat tidur. "anak" itupun dengan manjanya ikut tiduran memeluk papanya dengan kepala bersandar di dada papanya, saya hanya senyum-senyum saja melihatnya. Suami saya bertanya melalui saya kepada anak kami tersebut mengenai banyak hal seperti: Dimana ia selama ini? Siapa yang mengasuhnya dari bayi hingga usia 3,5 tahun ini? Mengapa ia datang ke kami? Dan lain-lain pertanyaan yang intinya adalah untuk memuaskan rasa penasaran kami.
     Rasa penasaran kami membuat kami sepakat untuk pergi ke tempat praktek Pak Haji Bambang untuk mencari solusi dan penjelasan. Herannya, tiba saat kami hendak pergi "anak" kami tersebut  tidak ingin ikut dengan alasan takut disuruh pulang oleh Pak Haji Bambang. Ia hanya berpesan agar jangan pergi lama-lama karena ia hanya punya waktu menginap satu malam saja, dan besok sudah harus pulang ke tempatnya. Akhirnya saya dan suami berangkat malam itu ditemani oleh anak kami yang paling kecil, Sasha.
     Seperti biasa kami mendaftarkan diri pada Bu Ika untuk konsultasi. Sambil menunggu giliran kami ngobrol dengan sesama pasien tentang pengalaman masing-masing. Pada malam itu teman pasien kami lebih banyak yang memiliki keluhan non-medis daripada medis. Tiba giliran saya yang langsung ditangani oleh Pak Haji Bambang.
Setan Pandai Menyaru
     Saya utarakan kejadian gaib yang sedang saya alami. Pak Haji pada prinsipnya mengatakan bahwa kalau benar itu roh anak kami ya disuruh pulang saja karena toh alamnya sudah berbeda. Namun Pak Haji menyangsikannya. Kemudian ia meminta segelas air putih, dibacakannya doa pada air minum itu dan kemudian dimintanya saya minum. Saya minum seteguk, hampir terloncat saya dari kursi tempat duduk karena mendadak dihadapan saya ada bayangan nenek sihir dengan topi hitamnya menyeringai dengan gigi-gigi hitamnya yang tidak beraturan. Saya minum lagi seteguk  serta saya ucek-ucek mata saya untuk memastikan. Tetapi bayangan nenek sihir tadi tetap saja ada. Pak Haji Bambang senyum-senyum saja melihat kelakuanku. Kemudian beliau bertanya: "Apa yang kamu lihat?" Saya jawab apa adanya, kemudian beliau tertawa sambil memberitahu bahwa itulah wujud sebenarnya dari penampakan roh anak kami. Woow seraaaaam. Itulah alasannya kenapa ia malam ini mau tidur dengan suamiku. Ternyata makhluk yang dicurigai sebagai penghuni RS tersebut naksir sama suamiku. Hiiiiii���  "Nah, sudah jelaskan?  Sambung Pak Haji Bambang, tak perlu repot-repot, sampai dirumah nanti tangkap, masukin ke telor dan buang". Itulah tipu daya setan, setan memang pandai menyaru sebagai apa saja. Mulai sekarang janganlah sampai tertipu lagi.
Menangkap Makhluk Dalam Perjalanan Pulang
     Malam itu, yang mendadak baru saya ingat adalah malam jum'at,  jam menunjukkan pukul 23:20, kami pulang dengan hati mantab, bertekad menangkap setan tukang tipu itu. Suami saya walaupun belum bisa melihat makhluk gaib, tetapi sensitive terhadap kehadiran dan memiliki kemampuan untuk menangkapnya.  Dengan melewati gang kami jalan pintas menuju tempat mobil diparkir, tak terasa bulu kudukku meremang berdiri dengan tebalnya, kupeluk erat Sasha. Tidak sepatah katapun yang saya ucapkan. Dalam hati saya terus berdzikir dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Ternyata suamikupun merasakan hal yang sama. Sampai di mobil kuberitahu suami bawa makhluk yang menyaru sebagai  "Anna" telah menunggu di dalam mobil di kursi tengah. Dengan berpura-pura belum tahu, kami naiki mobil dan kami jalankan perlahan. Kami berdoa memohon ijin dan ridlo, serta perlindungan-Nya  dengan membuat pagar perlindungan gaib terhadap diri dan mobil kami.  Tak lupa kami mempersiapkan telor ayam sebagai media penjara/penampung bagi mahkluk tersebut. Setelah persiapan mantab, saya melirik ke suami yang rupanya telah siap juga. Dengan hati dag-dig-dug, kupanggil "Anna" supaya ia maju ke depan. Dengan cepat Anna maju ke depan duduk diantara kami berdua, kuberi tanda ke pada suamiku agar ia segera menangkap makhluk tersebut. Memasuki jalan Surabaya, dengan tangan kiri tetap memegang kemudi mobil, dipakainya tangan kanan untuk menangkapnya.  Shiuut��kena. Lalu cepat-cepat dimasukkannya ke dalam telor. Belum sempat aku bernafas lega, tiba-tiba makhluk tsb loncat keluar dari telor dan kembali duduk di jok belakang sambil ketawa cikikikan memperlihatkan gigi-giginya yang hitam dan tak beraturan. Aku tidak menyangka akan terjadi hal yang demikian, karena pengalaman selama ini makhluk yang berhasil dijebloskan ke dalam telor tidak pernah bisa lepas begitu saja. Suamiku mengambil telor tersebut dan disyaratinya sekali lagi untuk memastikan bahwa telor tersebut telah siap.  Ketika mobil kami tertahan lampu merah di Pasar Rumput, dicobanya lagi menangkapnya. Berhasil ketangkap �� namun lolos lagi.
     Gagal memenjara makhluk tersebut ke dalam telor untuk kedua kalinya, kami sepakat untuk menunggu saat yang tepat.
Dzikir dan Do'a Melemahkan kekuatan Setan
     Mobil kami mulai memasuki jalan tol, kami terus berdoa kepada Allah SWT memohon tambahan kekuatan bathin. Untuk menghilangkan kesunyian yang mencekam, suami menyetel cassette dzikir.  Kuperhatikan mahkluk itu menutupi kedua kupingnya dengan tangan. Rupanya ia tidak ingin mendengar lantunan puji-pujian, dzikir dan do'a-do'a yang diperdengarkan dari tape mobil. Lama-kelamaan saking tidak tahannya mendengarkan  lagu puji-pujian tersebut, makhluk itu terlihat berubah-ubah bentuk. Dari bentuk anak kecil ke bentuk nenek sihir, ke bentuk wanita dengan gigi-gigi taring yang tajam, kembali ke bentuk anak kecil, begitu seterusnya. Subhanallah, mengetahui efek dzikir yang demikian hebat kepada makhluk tersebut, suami menambah volume suara dengan harapan untuk makin memperlemah kekuatannya.
     Jam 00: 15 kami sampai di depan rumah. Khawatir makhluk itu akan kabur, tanpa keluar dari mobil suami menangkapnya dan berhasil. Makhluk itu tidak dapat keluar lagi dari dalam telor.  Alhamdullilahirobbil alamin. Didalam telor makhluk tersebut memperlihatkan bentuk aslinya, seorang wanita muda yang sangat cantik, tengah menangis sambil memegangi perutnya yang hamil.  Ia meninggal beberapa tahun yang lalu pada saat melahirkan, dengan membawa kekecewaan yang dalam karena perilaku suaminya. Ia meninggal dengan tidak iklhas. Astaghfirullah�.. 
     Rupanya tertangkapnya roh penasaran tersebut bukan merupakan akhir dari cerita kami malam itu. Kami masih harus berjuang menangkapi belasan makhluk halus yang beraneka bentuk, temen-temen dari roh penasaran tadi, yang gentayangan di rumah kami, hingga pukul 02.30 dini hari. Melelahkan dan mendebarkan seperti sedang bermain film Poltergeist. (BET).

Senin, 11 Maret 2013

Makhluk Setengah Manusia Setengah Binatang Pernah Eksis di Bumi


Patung makhluk setengah manusia setengah binatang yang - bermuka manusia bertubuh singa ini mungkin bukan sekadar mitos saja.

Beberapa bulan lalu di Australia pernah ditemukan lukisan gua yang berasal dari zaman batu, bergambar sejumlah makhluk setengah manusia setengah binatang. Menurut arkeolog, gambar-gambar itu adalah sketsa pelukis zaman purbakala.
Menurut laporan Trust, pakar peneliti dari museum Sydney, Australia, Paul Thacon dan Christoper G, pakar antropologi dari Universitas Cambridge, bukan saja menemukan lukisan manusia berkepala binatang, bahkan lukisan binatang berkepala manusia yang berumur 32.000 tahun di Australia dan Afrika Selatan, dan untuk pertama kalinya di dunia dilakukan penelitian yang cermat terhadap gambar-gambar yang ganjil itu.
Para ilmuwan secara cermat telah meneliti sekitar 5.000 lukisan nenek moyang manusia, dilakukan data terhadap frekuensi kemunculan dan jenis binatang yang dijadikan obyek lukisan. Menurut mereka, pada masa awal peradaban pernah terdapat sejenis makhluk setengah manusia setengah kuda, ada kemungkinan itu adalah tetangga manusia primitif. Sebab manusia primitif tidak mungkin melukis sesuatu yang belum pernah dilihat mereka sebelumnya.
Dalam mitos bangsa Roma dan Yunani kuno cukup banyak kisah tentang manusia binatang, diantaranya yang paling banyak disinggung adalah mengenai makhluk setengah manusia setengah kuda. Makhluk jenis ini tubuh bagian atasnya adalah manusia, sedangkan pada bagian bawahnya berbentuk kuda atau lainnya seperti sapi, keledai, domba bahkan kambing atau binatang lain.
Manusia binatang juga berhubungan erat dengan pengetahuan astronomi kuno, manusia purbakala bahkan menggunakan nama species ini sebagai nama konstelasi yang diketahui seperti misalnya bintang Sagitarius. Setiap bintang Sagitarius (setengah manusia setengah kuda yang bergaya memanah) ini muncul di langit malam, bintang Taurus (salah satu simbol matahari) lalu bersembunyi dan hilang tak berbekas.
Sumber : erabaru.or.id

Kisah Mistis Pusaka Keong Buntet Palimanan


Sebuah penemuan yang menggegerkan para supranatural di belahan bumi tanah Jawa. Betapa tidak para pemborong yang sedang menggarap perluasan areal pabrik semen Palimanan harus terhenti dari pekerjaannya. Semua karena adanya suatu keganjilan yang membuat mereka harus geleng kepala.

http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2011/10/cahaya.jpgKisah ini terjadi pada tahun 1996 lalu, berawal dari pembangunan pabrik semen yang arealnya ingin diperluas. Konon dengan alat berat dan peralatan mesin canggih, areal yang sekelilingnya berupa perbukitan ini satu persatu mulai diratakan. Namun dalam penggarapannya, ada satu keanehan yang terjadi, yaitu, ditengah areal yang sedang digarap ada satu gundukan tanah yang tidak bisa dihancurkan oleh tenaga mesin.

Dalam hal ini sudah tiga kali sekop buldoser harus mengalami kerusakan fisik akibat patah disaat menghancurkan gundukan yang ternyata hanya sebongkah cadas kering. Dan dari  kejadian ini pula pemborong akhirnya menghentikan pekerjaannya selama beberapa bulan karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Lantas apa yang sesungguhnya terjadi dengan diri si pemborong?

Sebagai seorang pemborong yang sering menangani proyek besar, baru kali ini ia merasa sangat ketakutan. Konon sejak menangani proyek pelebaran areal pabrik semen, sipemborong ini selalu didatangi makhluk dari dimensi alam lain yang menuntut agar pekerjaannya dihentikan.

Sejak saat itu pula beliau akhirnya mencari beberapa orang pintar yang bisa menangani masalahnya. Namun entah sudah berapa puluh paranormal yang didatangkan tapi tetap saja beliau ini masih selalu diganggu oleh puluhan bangsa lelembut areal Palimanan, sehingga dengan kondisi seperti ini terpaksa bagian pengelola pabrik semen membatalkan seluruh kontraknya.

Kini areal tersebut tidak ada yang berani meneruskan, bahkan para pemborong lainnyapun enggan menerima tawaran dari manager perusahaan. Mereka semua takut dengan apa yang sudah dialami oleh pemborong pertama.

Lain pemborong, lain pula dengan beberapa orang yang merasa mempunyai kelebihan  olah bathin. Sejak tersiarnya kabar yang menggemparkan ini para jawara dan ahli ilmu Al Hikmah lainnya, mereka antusias datang menguji nyali untuk mendapatkan satu petunjuk tentang apa sebenarnya yang ada didalam gundukan tanah kering ini, sampai sampai sekop buldoser tidak sanggup untuk  menghancurkannya.

Bahkan tidak kalah menghebohkannya, hampir para jawara kebathinan dari beberapa daerah yang sudah jauh jauh datang ke lokasi ini telah mendapat sebuah wangsit yang menyatakan, bahwa didalam gundukan tanah tersebut ternyata terdapat sebuah mustika pilih tanding kepunyaan dari, Pangeran Tepak Palimanan (Ki Gede Palimanan)

Dengan adanya isyaroh ini hampir semua paranormal dan orang pintar lainnya yang datang ke lokasi, mereka rata rata ingin mendapatkan mustika yang konon punya tuah sangat luar biasa. Sehingga dengan segala kemampuannya ini mereka mulai mencari tempat penarikan yang dianggap bisa dijadikan lahan penarikan mustika tersebut.

Satu bulan telah berlalu dan mustika yang menjadi rebutan para jawara ini belum juga muncul dari persembuyiannya, satu persatu para ahli bathin akhirnya pulang dalam keadaan tidak membawa hasil.

Ditempat lain tak jauh dari lokasi dimana mustika pilih tanding sedang diperebutkan,  ada salah satu  orang yang sama sekali tidak tertarik dengan hebohnya mustika yang sedang ramai dipergunjingkan banyak orang, beliau ini bernama, bapak Suparman, asal daerah Panjalin Majalengka.

Sehari hari Suparman bekerja sebagai tukang pecah batu yang penghasilannya sangat minim. Disamping ini beliau juga terkadang membantu masyarakat sekitarnya dalam hal menyembuhkan penyakit non medis. Maklumlah dengan keadaan yang serba pas pasan, walau beliau tergolong mempunyai banyak kelebihan dalam ilmu supranatural, namun baginya lebih condong mencari materi untuk bertahan hidup dari pada memburu mustika yang dianggapnya belum pasti.

Namun ditengah malam yang sangat sepi, seperti hari hari biasannya beliau ini selalu datang kepetilasan sunan Bonang, yang ada disebelah barat  bukit Palimanan, guna mencari ketenangan bathin. Tanpa disadari beliau, seberkas sinar putih yang sangat menyilaukan mata tiba tiba terpancar terus menerus dari salah satu areal yang akan dibangun pabrik semen.

Dengan rasa penasaran, beliau akhirnya mendekati datangnya sinar tadi dan ternyata, sinar itu berasal dari gundukan sebuah tanah kering. Tanpa punya pikiran lain, beliau tambah mendekat dimana letak sinar itu berada.

Setelah diamati secara seksama, sinar itu berasal dari sebuah cadas kering. Lalu dengan rasa penasaannya, Suparman langsung mengambil batu besar yang banyak berserakan dan menghantamkannya kegundukan cadastersebut,  maksudnya agar cadas tadi pecah dan apa yang menjadi sumber dari sinar tadi bisa keluar wujudnya.

Ternyata usaha yang dilakukannya tidak sia sia, cadas tadi terpecah dan wujud dari sinar itupun keluar, yaitu sebuah batu berwarna putih yang masih dalam keadaan menyala. Dan saat beliau ini akan mengambil batu bercahaya tadi, tiba tiba dalam batu itu keluar seekor babi yang sangat besar sekali.

Suparman langsung kaget bukan kepalang dan langsung terjatuh saat akan melarikan diri. Dengan kondisi seperti ini beliau hanya pasrah ditengah rasa takut yang tiada terhingga.

Belum lagi beliau bisa bangun, dalam pancaran batu tadi keluar juga seekor macan loreng yang sangat besar. Kedua binatang ini perlahan lahan mendekatinya. Tak ayal beliau menjerit sejadi jadinya karena rasa takut yang teramat sangat.

Ditengah kepanikannya, tiba tiba seorang putri yang sangat cantik jelita telah muncul ditempat itu dan langsung menyapa kedua binatang tersebut. Ya, rupanya putri ini tak lain adalah, Kanjeng Ibu Ratu laut kidul sang penguasa laut selatan.

Dengan sapaan lembutnya, kedua binatang yang berwujud, babi dan macan loreng ini lalu menghampirinya dengan penuh  rasa hormat, “ Wahai Suparman! Jangan kau merasa takut atas kehadiran kita bertiga, sesunguhnya kau orang yang kucari untuk kutitipkan mustika kol buntet dari kepunyaan sang penguasa daerah ini, yang dimaksud adalah Ki Gede Palimanan.

Sesungguhnya mustika ini sulit dicari tandinganya, karena sejak pecahnya perang Cirebon-Palimanan, yang dipimpin oleh, Syarief Hidayatulloh, (Zaman Wali Songo) mustika ini sengaja ditanam oleh sang penguasa ( Ki Gede Palimanan) agar pasukan Cirebon tidak sampai bisa masuk kewilayah ini,  disamping itu mustika ini pernah ditaruh dibawah kursi singgasananya  selama kurang lebih setengah abad, sebagai bentuk kelanggengan sebuah tahta dari seorang pemimpin” jelas sang ratu.

Dari kejadian ini Suparman akhirnya bisa mengerti betul tentang kejadian yang sedang dialaminya. Namun seiring waktu disaat orang orang besar tahu tentang kharisma dan kekeramatan mustika kol buntet palimanan yang beliau miliki, pada suatu hari, mustika ini dipinjam salah satu promotor untuk tujuan agar jabatan, namun setahun sudah mustika kol buntet yang dipinjamnya tiaak dikembalikan sehingga dengan usia yang semakin lanjut, Bapak Suparman hanya bisa pasrah menerima segala kenyataan yang memang sudah punya garis hidup masing masing.

Ditengah ajal akan menjemputnya, salah satu kyai yang tidak mau namanya disebutkan ini mendatangi rumah bapak Suparman, yang intinya dia datang karena sebuah isyaroh yang dialaminya, yaitu untuk menarik kembali mustika kol buntet yang pernah menjadi miliknya. Dan dengan rasa puas bapak Suparman pun mengijinkannya.

Dari rentetan kisah ini, tentunya pembaca sekalian sedikitnya mengerti tentang sejarah yang pernah ada dibalahan bumi Indonesia, bahwa bangsa ini baik dahulu maupun sekarang tetap masih menjadi sebuah bangsa yang kaya akan mistik dan kekuatan. Sehingga dengan sajian kali ini akan membawa kecintaan kita pada makna leluhur yang telah banyak berjasa pada bangsa dan negara.

Sumber : misteri

Kisah mistik kala Turing



Kisah ini merupakan kisah lama seorang kawan yang memang hoby blakrakan atau mungkin bahasa kerennya Turing.  Sebut saja namanya pak Wahyu. Kisah ini terjadi tahun November 2010 silam dimana pada waktu itu pak Wahyu sedang turing berombongan ke daerah Sukamade – Banyuwangi  tepatnya alas atau hutan Meru Betiri.
Ditengah perjalanan ternyata ada rombongan yang tertinggal sehingga pak Wahyu berjalan agak pelan untuk menunggu anggota rombongan yang tertinggal.  Namun sekian lama yang ditunggu ternyata tidak datang sedangkan rombongan yang didepan sudah tidak lagi kelihatan.  Dalam kesendirian ini pak Wahyu tetap PD untuk melanjutkan perjalanan seorang diri.
Kondisi hutan yang lebat serta malam yang pekat membuat semua bulu kuduk berdiri. Pak Wahyu dengan tetap berkomat-kamit membaca ayat kursi dengan yakin tetap melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan iniah beliau banyak bersimpangan dengan ‘penghuni hutan’ berupa manusia-manusia dengan tatapan kosong dan warna mata yang merah. “Sepertinya mereka akan pergi ke pasar malam “ tutur pria bertubuh subur ini. Maklum bagi yang suka keluar masuk hutan pasti tahu yang dimaksud dengan pasar malam bagi kalangan dedemit alias hantu ini. Sebuah tempat berkumpulnya para hantu…cmiiw.
Meskipun rasa takut menghantui beliau tetap konsentrasi diperjalanan. Ternyata dari kejauhan terlihat ada 2 pasang mata seperti kucing namun agak besar. Dengan sigap beliau membunyikan klakson dengan kencang dan syukurlah ‘kucing besar’ tadi langsung masuk kembali kedalam lebatnya hutan xxx. Dan menurut informasi petugas hutan kucing besar tadi bisa jadi merupakan Macan Tutul yang memang masih hidup disekitaran hutan. Pak Wahyu baru sadar ketika ketemu dengan pemuda penduduk setempat ketika arah pulang. Dan akhirnya pak Wahyu diajak bermalam di rumah pemuda tadi hingga polisi hutan menjemput.
Cerita lain dari kawannya Pak Wahyu. Si kawan ini tersesat sendirian selama 3 hari berputar-putar di hutan gunung Semeru sekitar tahun 2008, tepatnya di daerah antara Kalimade-Oro2 Ombo. Beliau baru sadar ketika semua perbekalan habis dan terakhir minum air kencingnya sendiri. Menurut Pak Wahyu, kawannya tadi kemungkinan terkena atau menginjak oyot nimang ( salah satu jenis hantu jawa, postingan disini). Yakni bagi siapapun yang menginjaknya akan berjalan berputar-putar terus meskipun menurut yang bersangkutan berjalan kearah yang dituju. Hiii atutt… bulu kuduk berdiri :-(